Hubungan Antara Pengalaman Organisasi Dengan Berpikir Kritis Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Kata Kunci:
Pengalaman Organisasi, berpikir kritisAbstrak
Pengalaman organisasi dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, terutama dalam realisasi diri dan pengamalan ilmu yang diperoleh melalui kegiatan perkuliahan. Dengan banyak pengalaman berorganisasi, akan terbiasa memiliki pola berpikir kritis dengan memecahkan suatu masalah di dalam organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi hubungan antara pengalaman organisasi dengan berpikir kritis pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional. Teknik simple random sampling dengan jumlah responden 126. Pengumpulan data dengan kuesioner pengalaman organisasi dan berpikir kritis yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji spearmen rank correlation. Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan hasil pengalaman organisasi dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 103 (81,7 %) responden .Berpikir kritis mahasiswa dengan responden terbanyak dalam kategori tinggi yaitu sebanyak responden dengan persentase (67,5%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value : 0,000 (< 0,05) yang artinya terdapat hubungan antara pengalaman organisasi dengan berpikir kritis mahasiswa. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengalaman organisasi dengan berpikir kritis dengan p value 0,000 dan keeratan hubungan yang cukup (0,360).
Unduhan